Enigmatik dalam peduli yang berlebihan dinding-dinding itu saksi bahwa pernah ada rasa yang kumulatif namun dinding itu kini kosong tersisa sesal dan malu yang menjalar di dinding dinding vena
kau tak pernah katakan "IYA" dan kau tak pernah katakan "TIDAK" kau tak pernah berucap enigmatik... bagai genesis yang misterius
hingga aku sadar kau belah alat vital ku jadi dua tidakah kau sadar? kau tidak sadar karena kau lagi tdur
kau tidur tapi jalan namanya berjalan dalam tidur bukan bernafas dalam lumpur itu film panas tahu 70an pemerannya suzzana katanya sih pelem panas! banyak adegan kebakaran mungkin? aku pun tak tahu tahun 70an aku belum lahir tapi bapak ibuku udah lahir mereka mungkin nonton itu karena kepanasan mereka pulang dan lahir lah aku
sementara ibu bapaku kepanasan kau masih berjalan dalam tidur kau tidak kepanasan karena tidak menonton bernafas dalam lumpur kau menonton lumpur sidoarjo
lumpur keluar dari dalam tanah banyak orang kehilangan rumah dan kau bernafas dalam lumpur dalam kondisi tidur katanya agar kulit tetap lentur
seperti diorama ariel seperti diorama luna seperti drama yang diputar ulang namun ini baru harganya mahal tapi tak semahal dirimu yang hanya bisu, gagu, tuna rungu, lugu, gagu.. eh gagu sudah ya?
bahkan hingga kau selesai berjemur kau tetap tidak sadar telah membelah alat vitalku jadi dua tiada kabar berita, tiada reaksi bemakna kau hanya membelah alat vitalku sia-sia
kau membelahnya seolah kau tidak pernah membelah alat vital saja padahal dari semua ucapmu kau nampak bepengalaman dalam membelah alat vital kau nampak menikmati saat menggenggam alat vitalku mengguncangnya dengan reaksi fusi yang enigmatik namun kau remuk alat vitalku dan membelahnya menjadi dua tanpabicara, tanpa kata-kata
aku meminta maaf, namun tak dijawab aku bukan laki-laki yang alat vitalnya ia pamerkan ke wanita-wanita dengan mudahnya meski ada gerbong untuk wanita! ia masih bebas mengobral alat vitalnya aku tidak seperti itu! aku dungu! aku kaku! aku pemalu! aku akui aku malu namu pabila kesmpatan datang lagi aku mau! aku rasa aku mampu untuk memperlihatkan alat vitalku kepadamu
namun diam itu tetap ada aku heran seolah tak ada pemberitahuan di kolom kolom itu seolah tiada kuning menyala di baris baris layarmu seolah tiada angka 1 angka 2 angka 3 di dalamnya hanya kau diam dan mulai membelah alat vital
apa yang harus kulakukan? alat vitalku sudah belah! namun cuma sebentar saja! dia bisa kembali apabila ada wanita yang menghampirinya kini apa wacana mu dalam kolom kolom yang bagiku tak berguna itu? kau hanya tidur, berjalan, masuk ke lumpur dan membelahi alat vital-alat vital yang lain cepat jawab dan putuskan, karena alat vital ini sudah terbelah, padahal mau digunakan lagi
tidak mungkin hanya dengan segalon minuman energi atau selembar foto sarah azhari karena alat vital ini sangat sensitif sekali alat vitalku ini adalah HATI
 | tulisan bikinan lo ini, nggri?? *unsure* |
 | abe : iya be! heheheh hobby baru! batasan gila gue semakin luas sekarang! absurd is the new ganteng! |
 | an99a wrote on Aug 24, '10 |
| |
|